Jumat, 01 Juni 2012

Diode Zener

Dalam rangkaian elektronika dioda zener berfungsi untuk menstabilkan tegangan DC (searah). Dioda zener yang dipasang seri dengan sebuah resistor pada sebuah sumber tegangan DC dengan cara pemasangan terbalik (reverse bias), maka output dari dioda zener akan dibatasai sesuai dengan nilai yang tercantum pada fisik dioda zener.

Agar tegangan keluaran dari dioda zener stabil, minimal tegangan sumber harus lebih tinggi dari nilai (kode) yang tertera pad fisik dioda zener. Misalnya dioda zener dengan kode HZ 6c2 akan menghasilkan output stabil 6,2 Volt jika tegangan input lebih dari 6,2 Volt; Dioda zener dengan kode BZX85c22 akan menghasilkan output stabil 22 Volt jika tegangan input lebih dari 22 Volt. Tegangan 6,2 Volt dan 22 Volt tersebut adalah tegangan break-down zener atau tegangan  zener, tegangan break-down ini dirancang pada saat pembuatan.



Dioda Zener

Dioda zener biasanya digunakan dalam sebuah rangkaian regulator DC. Di bawah ini adalah contoh sederhana regulator tegangan DC dengan Zener untuk menghasilkan tegangan +/- 6 Volt DC.

Regulator Zener

Keterangan:
  1. VAC : Tegangan Input AC 220-240 Volt dari PLN (Perusahaan Listrik Negara)
  2. S1 : Saklar penghubung
  3. F1 : Fuse Pengaman
  4. T1 : Transformer/ Trafo step-down dengan output 9 Volt AC
  5. C1 : Condensator 2200uF /25 Volt
  6. C2 : Condensator 10uF/25 Volt
  7. C3 : Condensator 100uF/ 12 Volt
  8. Tr1 : Transistor 2N3055
  9. R1 : Resistor 2K2 Ohm
  10. LED : LED Indikator
  11. R2 : Resistor 1 K Okm
  12. DZ1 : Dioda Zener 6,8 Volt

0 komentar:

Posting Komentar