Jumat, 14 Desember 2012

Muspika Berembuk Hadapi Kebakaran di Sumur Minyak Langkat

Langkat - Kobaran api di sumur minyak ilegal di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), masih belum berhasil dipadamkan, Sabtu (15/12/2012) siang. Aparat pemerintahan setempat masih berembuk untuk mengatasi masalah ini.

Camat Kecamatan Padang Tualang, Yafizham Parinduri menyatakan, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) masih memikirkan cara untuk mengatasi masalah itu. Mobil pemadam kebakaran sudah tersedia, tetapi tak bisa dibawa ke lokasi.

"Di sini sekarang ada Kapolsek serta Danramil, kami tengah berembuk, mencari cara agar akses jalan bisa dibuka. Ini masih di lokasi semuanya,” kata Yafizham Parinduri kepada wartawan di lokasi.

Sumur minyak yang terbakar itu berada di tengah perkebunan sawit di Dusun Proyek, Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang. Sumur itu terbakar sejak Jumat (14/12/2012) pagi setelah minyak menyembur tiba-tiba dan menyambar api rokok seorang penambang minyak liar. Akibatnya tujuh orang terbakar dan terpaksa dirawat di rumah sakit.

Upaya pemadaman tidak bisa dilakukan sebab akses jalan sekitar 300 meter menuju titik api tidak bisa dilalui mobil. Damkar bantuan dari PT Pertamina E&P, Field Pangkalan Susu sudah tersedia di lokasi, tetapi tidak bisa bekerja karena masalah akses jalan ini.

Datang Lagi ke Silatnas PD, Ruhut: Anak Tentara Nggak Ada Takutnya

Jakarta - Ruhut kembali datang ke acara Silaturahim Nasional (Silatnas) dan Resepsi HUT ke-11 Partai Demokrat (PD). Tak takut diusir lagi Bang Ruhut?

"Nggak ada urusan, anak tentara nggak ada takutnya," kata Ruhut kepada detikcom, Sabtu (15/12/2012).

Ruhut sudah berada di Sentul International Convention Center (SICC), Sabtu (15/12/2012), sejak pagi ini. Ruhut mengatakan dirinya masih berhak untuk datang karena masih bagian dari Partai Demokrat. Lagi pula dia ingin mendengarkan arahan Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono sore nanti.

"Pokoknya kita datang aja," ujarnya.

Sebelumnya Ruhut sempat diusir saat datang ke acara tersebut kemarin. Pengacara yang tenar dengan panggilan 'Poltak Raja Minyak' ini datang saat Ketua Umum PD Anas Urbaningrum sedang memberikan arahan.

Namun tak lama kemudian Ruhut diusir oleh keamanan PD. Beberapa pengurus PD juga mencemooh Ruhut.

"Pecat Ruhut, pecat Ruhut!" teriak sejumlah peserta, Jumat (14/12/2012).

Anggota DPR: Kunker ke LN Tak Perlu Rekomendasi Ahli, Pakai Feeling Aja

Jakarta - Kunjungan kerja DPR ke luar negeri sering dianggap tak tepat sasaran dan kurang efektif. DPR disarankan meminta pendapat ahli sebelum melakukan kunjungan. Namun, menurut anggota Komisi IV DPR Rosyid Hidayat rekomendasi tak diperlukan.

"Kita ke LN (luar negeri) tidak perlu meminta rekomendasi dari siapapun, kita feeling aja, karena ini terkait dengan bisnis internasional," kata Rosyid usai menjadi pembicara dalam diskusi Polemik Sindo Radio kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/12/2012).

Rosyid sendiri baru kembali dari kunjungan kerja ke Paris. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka pembahasan RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Rosyid mengatakan, dalam membahas suatu Undang-undang, maka perlu dilakukan kunjungan kerja atau studi banding untuk pendalaman pembahasan. Apalagi jika Undang-undang yang dibahas merupakan UU baru yang referensinya hanya ada di luar negeri.

"Kunker ini adalah legal, semua fraksi sepakat. Juga dalam anggarannya sudah disahkan di BURT dengan sepengetahuan BK," ujar politikus Partai Demokrat itu.

Menanggapi Rosyid, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Eryanto Nugroho mengatakan kunker DPR ke luar negeri sebenarnya tak masalah. Namun yang penting anggota DPR harus melaporkan hasil kunjungannya kepada masyarakat.

"Kita lihat sangat minim laporannya. Kalau dpr periode sebelumnya ada 143 kunker, yang membuat laporan hanya 3," papar Ery.

Polisi: Konser Guns N' Roses Diundur Demi Keselamatan Artis & Masalah Cuaca

Jakarta - Konser grup musik rock Guns N' Roses akan diundur besok di Meis Ancol, Jakarta Utara. Grup musik yang tenar di era 90-an ini diundur karena alasan cuaca dan keselamatan artis.

"Betul, diundur dari panitianya. Alasannya mengingat cuaca dan keselamatan artis jadi diundur besok di Meis, Ancol," ujar Briptu Syawal, petugas Biro Operasi Polda Metro Jaya, kepada detikcom, Sabtu (15/12/2012).

Menurut Syawal, tiket konser masih akan berlaku. Pihak panitia akan mensosialisasikan hal itu di Senayan, lokasi awal konser berlangsung.

"Betul dadakan. Makanya tadi dikasih tahu semua. Tiket masih bisa berlaku. Konser cuma diundur besok di Meis Ancol," katanya.

Sebelumnya, konser Guns N' Roses akan diselenggarakan di Lapangan D, Senayan, Jakarta. Rencananya Guns N' Roses akan tampil selama lebih kurang 3 jam.

Ahok Kaget Komisi Penanggulangan AIDS Minta Anggaran Rp 25 M


Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama kaget saat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jakarta meminta anggaran Rp 25 miliar untuk program 2013. Pria yang bisa disapa Ahok ini pun meminta penjelasan secara detail yang tidak bisa dijawab tuntas oleh KPA.

Anggaran KPA sendiri pada 2012 mendapat dana dari APBD Rp 15 miliar dan mengajukan anggaran 2013 menjadi Rp 25 miliar atau meningkat Rp 10 miliar. Atas hal ini, Ahok pun kaget.

"Kenapa melonjak sampai (Rp 10 miliar). Banyak loh Bu, Rp 15 miliar menjadi 25 miliar," kata Ahok.

"Kan sebetulnya KPA biasanya kita memang mendapatkan Rp 24 miliar, Rp 29 miliar, Rp 27 miliar. Dan untuk tahun 2012, kita turun menjadi 40 persen, mendapat Rp 15 miliar," ujar peserta rapat yang mengenakan jilbab warna biru tua.

"Kenapa diturunkan?" tanya Ahok mencecar dan peserta rapat tidak ada yang bisa menjawab dalam rekaman di menit ke 47.

Mendapat jawaban tidak memuaskan, Ahok lalu mencecar berbagai item anggaran yang terpampang di slide proyektor. Ahok memelototi setiap item yang membuatnya terheran-heran.

"Sosialisasi umum HIV/AIDS itu untuk apa? Butuh makan-makan? Kampanye massal ini apa? Acara puncak Hari AIDS dunia Rp 1 miliar itu untuk apa?," cecar Ahok.

Mendapat pertanyaan ini, peserta rapat menjawab Jakarta saat ini tengah menjadi daerah percontohan setara dengan Bandung dan Denpasar. Atas jawaban ini, Ahok langsung memotong karena jawaban tidak sesuai yang diharapkan.

"Pertanyaanya, Rp 400 juta untuk apa?," tanya Ahok.

"Itu kampanye massal. Jadi untuk kegiatan-kegiatan mengajak masyarakat, media massa untuk mengerti tentang HIV/AIDS," jawab peserta rapat.

Atas jawaban ini, Ahok tidak puas dan terus mengejar.

"Ya, saya tahu Bu. Maksud saya, bentuknya seperti apa. Apakah sewa tempat, EO, band atau apa?," tanya Ahok mengejar.

"Kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat banyak seperti fun bike," jawab KPA

"Sampai Rp 400 juta?" tanya Ahok yang dijawab jika dana itu untuk beberapa kali kampanye.

"Oh berkali-kali. Kalau berkali-kali kok cuma satu paket. Ibu harus bilang kampanye massal berapa kali. Kalau satu paket, pemahaman kami satu kegiatan saja," ujar Ahok.
Sumber : www.detik.com