Minggu, 31 Maret 2013

Username dan Password Eset Smart Security

Last Update Update 3 Maret 2013
Username dan password untuk Eset Smart Security 4, 5 dan 6



Username: TRIAL-44358826
Password: 6t2v6fmrpe

Username: TRIAL-44358827
Password: h3845amxet

Username: TRIAL-44358828
Password: u8e853m67a

Username: TRIAL-44358816
Password: msj2tjdj67
Username: TRIAL-44358817
Password: 22s6tbdrum

Username: TRIAL-44358818
Password: tfjundpa73

Username: TRIAL-83462064
Password: hd2exdfa63

Username: TRIAL-83462070
Password: ffchttv7tj

Rabu, 27 Maret 2013

Kisah Mualaf Yang Membuat Para Muslim Menjadi Malu

Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)
Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.
Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.
Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.
Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.
Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”
Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.
Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”
Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”
Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.
Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.
Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”
Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.
”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan
Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.
”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.
Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.
Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.
Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”
Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”
”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.
“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad
Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.
Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”
”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.
Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”
“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan
Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”
”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”
Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”
”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”
”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad
Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?”
Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.
Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.
posted by Pujiono Abuzuhasna

How to Reset Windows server 2008(R2)

Here is the steps to reset Windows server 2008(R2) local and domain password

Method 1: reset the local and domain administrator password on Windows Server 2008 with just the Windows Installation Disk

* Insert the original Windows Server 2008 installation DVD
* Reset the computer, boot from DVD
* Choose option "Repair your computer"
* Start command prompt
* C:\
* CD C:\Windows\System32
* MOVE Utilman.exe Utilman.exe.bak
* COPY Cmd.exe Utilman.exe
* You may also need to "Enable" the administrator account which can be done by using "NET USER administrator /active:yes"
* Restart windows
* At the login screen, type Windows-U, this fires up cmd.exe now
* NET USER administrator Presto! Login as administrator!
* Now repair computer again and move the original Utilman.exe back

Method 2: Third party password recovery toolkits

Step1. Download "Windows Password Rescuer Advanced", and install in any available computer.

Step2. Create a bootable CD/DVD or USB flash drive. (A blank CD/DVD/USB Flash Drive is needed)

Step3. BIOS set. Boot computer from the created CD/DVD/USB Flash Drive and set BIOS setup.

Step4. Reset Windows Server 2008 or 2008 R2 password instantly.

If you want to read more information:

How to Reset Windows Server 2008 Local and Domain Password.

Selasa, 26 Maret 2013

Melihat Kecelakaan di Jalan, Ini Sebaiknya yang Anda Lakukan

Jakarta - Kerap kali sebagai pengguna jalan kita melihat insiden kecelakaan. Kadang, banyak masyarakat yang cuek saja melihat itu. Tapi sebagai sesama manusia, tentu alangkah baiknya memberikan pertolongan.

Dikutip dari Divisi Humas Polri, Rabu (27/3/2013) ada langkah-langkah dan pedoman yang harus dilakukan bila melihat kecelakaan. Berikut yang mesti dilakukan bila melihat kecelakaan

1. Menguasai keadaan atau sikap

Setelah melihat adanya kecelakaan lalu lintas catat kendaraan yang terlibat kecelakaan. Bila kendaraan tersebut ada yang akan melarikan diri catat data-data kendaraan seperti: plat nomor, jenis, merk, tipe dan warna dari kendaraan tersebut.

Jauhkan penonton yang berkerumun terutama yang merokok atau yang akan merokok. Menolong korban bila ada, segera diteruskan ke Rumah Sakit tedekat. Mengamankan barang-barang milik korban, jangan sampai dicuri oleh tangan-tangan jahil.

Sambil mematikan kendaraan untuk menghindari kemungkinan terjadi kecelakaan yang lebih besar, tutuplah tumpahan bahan bakar. Bila pada malam hari hindari penggunaan penerangan dengan api, penerangan hanya dibolehkan dengan menggunakan baterai atau sejenisnya.

2. Memberikan pertolongan

A. Dalam memberi pertolongan gunakan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan tepat, kalau tidak tepat justru dapat membahayakan korban.

B. Hentikan kendaraan yang ada pada kesempatan pertama bila ada korban yang perlu dibawa ke Rumah Sakit, jangan lupa catat nomor kendaraan dan dibawa kemana korban tersebut dibawa.

C. Bila situasi memungkinkan, diusahakan menghubungi keluarga korban berdasarkan petunjuk atau keterangan yang ada.

D. Dalam menolong korban diusahakan mengutamakan menolong korban yang menderita luka berat, baru kemudian yang luka ringan dengan meminta bantuan orang-orang yang ada disekitar.

3. Menghubungi Petugas

A. Usahakan menghubungi Petugas terdekat ditempat kejadian/kecelakaan baik dengan telepon atau perantara orang-orang disekitarnya.

B. Korban dapat dipindahkan dari tempat semula dengan sebelumnya memberikan tanda pada tempat korban terletak dengan menggunakan kapur atau benda yang lain.

C. Menyerahkan ke petugas semua yang anda kerjakan, ceritakan kronologis kejadian serta menjawab bila ditanya. Beri alamat anda ke Petugas serta anda sangat terpuji bila saudara dengan sukarela bersedia menjadi saksi dikemudian hari.

D. Kemungkinan tidak ada Petugas yang datang, maka andalah yang datang ke Kantor Polisi terdekat serta melaksanakan petunjuk sebelumnya

SCADA

A.           Pengertian SCADA
Suatu sistem SCADA terdiri dari sejumlah RTU (Remote Terminal Unit), sebuah Master station / RCC (Region Control Center), dan jaringan telekomunikasi data antara RTU dan Master Station. PLC (Power Line Carrier) atau melalui radio dimana dalam hal ini data PLC (Power Line Carrier), atau melalui radio, dimana dalam hal ini data dikirimkan dengan protokol tertentu (biasanya tergantung vendor SCADA yang dipakai) misalnya Indactic 33, IEC-60870, dll. Sistim ini banyak dipakai di la pangan produksi minyak dan gas (Upstream), Jaringan Listrik Tegangan Tinggi (Power Distribution) dan beberapa aplikasi sejenis dimana sistem dengan konfigurasi seperti ini dipakai untuk memonitor dan mengontrol areal produksi yang tersebar di area yang cukup luas. Istilah SCADA, DCS (Distribution Control System), FCS dan PLC (Programmable Logic Control) saat ini sudah menjadi agak kabur karena aplikasi yang saling tumpang tindih. Walaupun demikian kitamasih bisa membedakan dari arsitekturnya yang serupa tapi tak sama.


Sesuai dengan rancang bangun awalnya, DCS lebih berfungsi baik untuk aplikasi kontrol proses, sedangkan SCADA lebih berfungsi baik untuk aplikasi seperti istilah diterangkan di atas.Yang dimaksud dengan Supervisory Control atau Master Terminal Unit (MTU) adalah kendali yang dilakukan diatas kendali lokal atau Remote Terminal Unit (RTU), sebagai ilustrasi, pada suatu ladang minyak dan gas (Oil dan Gas Field) ada beberapa sumur minyak (Oil Well) yang berproduksi.Hasil minyak mentah (Crude Oil) dari masing-masing sumur produksi tersebut dikumpulkan di stasiun pengumpul atau Gathering Station (GS)tersebut dikumpulkan di stasiun pengumpul atau Gathering Station (GS) dimana proses lanjutan terhadap minyak mentah yang terkumpul tersebut dilakukan.Biasanya pada masing-masing sumur minyak produksi terpasang suatu sistem (RTU) yang memonitor dan mengontrol beberapa kondisi dari sumur minyak produksi tersebut.
Kendali lokal dilakukan padamasing-masing production well dan supervisory control yang berada di stasiun pengumpul, melakukan control dan monitoring kepada semua production well yang ada di bawah supervisi-supervisi. Jika salah satu production well mengalami gangguan, dan statsiun pengumpul tetap harus memberikan dengan production rate tertentupengumpul tetap harus memberikan dengan production rate tertentu, maka supervisory control akan melakukan koordinasi pada production well lainnya agar jumlah produksi bisa tetap dipertahankan.
Pada umumnya jarak antara RTU dengan MTU cukup jauh sehingga diperlukan media komunikasi antara keduanya. Cara yang paling umum dipakai adalah Komunikasi Radio (Radio Communication) dan Komunikasi Serat Optik (Optical Fiber Communication).
B.            Manfaat SCADA
1.             Pada sistem tenaga listrik, media komunikasi yang dipergunakan adalah Power Line Communication (PLC), Radio Data, Serat Optik dan kabel pilot. Pemilihan media komunikasi sangat bergantung kepada jarak antar site,Pemilihan media komunikasi sangat bergantung kepada jarak antar site, media yang telah ada dan penting tidaknya suatu titik (gardu).
2.             Pengaturan sistem tenaga listrik yang komplek, sangat bergantung kepada SCADA.
3.             Tanpa adanya sistem SCADA, sistem tenaga listrik dapat diibaratkan seperti seorang pilot membawa kendaraan tanpa adanya alat instrumen dihadapannya.
4.             Pengaturan sistem tenaga listrik dapat dilakukan secara manual ataupunPengaturan sistem tenaga listrik dapat dilakukan secara manual ataupun otomatis.
5.             Pada pengaturan secara manual, operator mengatur pembebanan pembangkit dengan melihat status peralatan listrik yang mungkin dioperasikan misalnya Circuit Breaker (CB), beban suatu pembangkit, beban trafo, beban suatu transmisi atau kabel dan mengubah pembebanan sesuai dengan frekuensi sistem tenaga listrik. Pengaturan secara otomatis dilakukan dengan aplikasi Automatic Generating Control (AGC) atau Load Frequency Control (LFC) yang mengatur pembebanan pembangkit berdasar setting yang dihitung terhadap simpangan frekuensi setting yang dihitung terhadap simpangan frekuensi.
 
C.            Tujuan Penggunaan
Memberikan kemudahan kepada dispatcher untuk melakukan :
1.             Pemantauan Telematering(TM)
          Pemantauan meter, baik daya nyata dalam MW, daya reaktif dalam Mvar, tegangan dalam kV, dan arus dalam A.
2.             Pemanfaatan Telesignal(TS)
          Pemanfaatan TS untuk mendapatkan indikasi dari semua alarm dan kondisi peralatan tertentu yang bisa dibuka (open) dan ditutup (close).
3.             Pemanfaatan Telecontrol(TC)
          Dispacther dapat melakukan control secara remote hanya dengan menekan satu tombol, untuk membuka atau menutup peralatan sistem tenaga listrik.
D.           Hirarki SCADA

Urutan prioritas informasi SCADA
1.             Telesignalling.
2.             Telecontrolling.
3.             Telemetering.
4.             Pulse akumulator.
Aplikasi SCADA
1.             Telesignal.
2.             Telemeter.
3.             Telekontrol.
4.             Load Frequency Control (LFC).
5.             Tap Changer.
6.             Monitoring.
7.             Pembacaan Parameter.
8.             Pembacaan Meter Transaksi  Energi.
Insfrasruktur sistem SCADA
1.             Jaringan Telekomunikasi.
2.             Master Station.
3.             Remote Terminal Unit.
4.             Protokol Komunikasi.
E.            Master Station 
Master Station adalah sekumpulan peralatan terintegrasi yang berfungsi sebagai pusat pemrosesan, pemantauan, pengontrolan dan pengolahan data. 
1)             Peralatan Master Station
Peralatan-peralatan yang terpasang di master station harus mempunyai syarat sebagai berikut :
a)        Keamanan sistem
b)        Keandalan sistem
c)        Kemudahan untuk dipelihara
d)       Kemampuan untuk dikembangkan
e)        Kemampuan untuk diubah
2)             Perangkat Keras Master Station
Perangkat keras di Master Station adalah :
a)        Server (SCADA, EMS/DMS, DTS)
b)        Global Position System (GPS)
c)        Historikal Data
d)       Communication Front End
e)        Workstation + 3 (tiga) monitor
f)         Server Offline
g)        Layar tayang
h)        Switch
i)          Router
j)          Printer laser hitam putih dan berwarna
k)        Recorder
l)          Telepon hotline, PSTN, radio
m)      Voice Recorder
3)             Perangkat Lunak Master Station
Perangkat lunak yang dipergunakan adalah :
a)        SCADA
b)        Geographical Information System (GIS)
c)        Database real time
d)       Historikal Data
e)        Perangkat lunak DTS
f)         Aplikasi offline 
g)        Firewall
h)        EMS/DMS
Dalam mengintegrasikan perangkat lunak EMS/DMS dan DTS pada sistem SCADA, maka diperlukan :
1.        Konsistensi dan akurasi telemetering (MW, MVAr, kV, dan A).
2.        Konsistensi telesignaling.
F.             Keperluan perangkat lunak berdasarkan tingkat control center
1)             Keperluan Perangkat Lunak DCC
2)             Keperluan Perangkat Lunak RCC, IRCC, dan NCC

G.           Konfigurasi master station
1)        Standart
2)        Menengah
3)        Lengkap
H.           Konfigurasi Master Station Jawa Control Center
I.              Standar Desain Master Station
1)             Fully distributed.Sesuai standar international (ISO, IEC).
2)             Arsitektur software modular (API-application program interface).Arsitektur software modular (API application program interface).Hardware dan fasilitas lain mudah dicari di pasaran.
3)             Aplikasi EMS (Energy Management System) dan DTS (Dispatcher Training Simulator).
4)             Subsistem komunikasi yang multi protokol (IEC 101, IEC 104, DNP 3.0) dan mampu berkomunikasi dengan RTU eksisting (EPC 3200 Indactic) secaramampu berkomunikasi dengan RTU eksisting (EPC 3200, Indactic) secara redundant.
5)             Kecepatan komunikasi data minimum :
a.         Antar master station 64 Kbps
b.        Master-RTU 9600 bps
 
J.              Konfigurasi RTU
K.           Konfigurasi Remote Station Dalam Penggunaan Gateway, RTU dan IED
 
L.            Aplikasi IED Dalam Otomasi GI
1)        Protokol komunikasi
a)         Protokol Kominikasi dari Gardu Induk ke Control Center
1.        Iec 60870 5 101
2.        Iec 60870 5 104
b)      Protokol Komunikasi Antar IED Pada Sistem Subsation Automation
1.        Iec 61850
c)         Khusus untuk meter energi, langsung dikoneksikan ke sistem LAN yang terdapat diGardu Induk.Sehingga, setiap meter energi harus dilengkapi dengan port TCP IP
 
M.          Contoh Konfigurasi Data Link
N.           Diagram Sistem SCADATEL
 
O.           Diagram Transmisi Data
P.             Distributed Control System (DCS)
DCS merupakan sistem kontrol yang mampu menghimpun (mengakuisisi) data dari lapangan dan memutuskan akan diapakan data tersebut, secara singkat DCS -> ambil/baca data + lakukan pengontrolan berdasar data tersebut. Data-data yang telah diakuisisi (diperoleh) dari lapangan bisa disimpan untuk rekaman atau keperluan-keperluan masa datang, atau digunakan dalam proses-proses saat itu juga, atau bisa juga, digabung dengan data-data dari bagian lain proses, untuk kontrol lajutan dari proses yang bersangkutan.
Terdiri dari apa saja DCS itu?
1)        Operator Console
Alat ini mirip monitor komputer. Digunakan untuk memberikan informasi umpan balik tentang apa yang sedang dikerjakan atau dilakukan dalam pabrik, selain itu juga bisa menampilkan perintah yang diberikan pada sistem kontrol. Melalui konsol ini juga, operator memberikan perintah pada instrumen-instrumen di lapangan.
2)        Engineering Station
Ini adalah stasion2 untuk para teknisi yang digunakan untuk mengkonfigurasi sistem dan juga mengimplementasi algoritma pengontrolan.
3)        History Module
Alat ini mirip dengan harddisk pada komputer. Alat ini digunakan untuk menyimpan konfigurasi DC dan juga konfigurasi semua titik di pabrik. Alat ini juga bisa digunakan untuk menyimpan berkas-berkas grafik yang ditampilkan di konsol dan banyak sistem saat ini mampu menyimpan data-data operasional pabrik.
4)        Data Historian
Biasanya berupa perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan variabel2 proses, set point dan nilai-nilai keluaran. Perangkat lunak ini memiliki kemammpuan laju scan yang tinggi dibandingkan History Module.
5)        Control Modules
Ini seperti otaknya DCS. Disinilah fungsi-fungsi kontrol dijalankan, seperti kontrol PID, kontrol pembandingan, kontrol rasio, operasi-operasi aritmatika sederhana maupun kompensasi dinamik. Saat ini sudah ada peralatan modul kontrol yang lebih canggih dengan kemampuan yang lebih luas.
6)        I/O
Bagian ini digunakan untuk menangani masukan dan luaran dari DCS. Masukan dan luaran tersebut bisa analog, bisa juga digital. Masukan/luaran digital seperti sinyal-sinyal ON/OFF atau Start/Stop. Kebanyakan dari pengukuran proses dan luaran terkontrol merupakan jenis analog.
Semua elemen-elemen yang telah dijelaskan tersebut terhubungkan dalam satu jaringan (saat ini sudah menggunakan teknologi Ethernet atau bahkan wireless, WiFi atau WiMax).
Saat ini batasan teknologi maupun perbedaan antara DCS, PLC atau Kontrol menggunakan komputer semakin kabur. Yang membedakan lebih banyak dalam tingkat perangkat lunak.